Jelang Lawan AEK Athens, Mourinho Minta Valverde Siap Tampil Fleksibel
Mansion Sports – Jose Mourinho meminta Federico Valverde memahami pengorbanan yang harus dilakukan seorang kapten Real Madrid demi kepentingan tim.
Pesan tegas tersebut disampaikan menjelang pertandingan penting Liga Champions melawan AEK Athens di Yunani.
Menurut Mourinho, status sebagai kapten menuntut Valverde untuk siap menjalankan berbagai peran, bahkan jika harus meninggalkan posisi favoritnya.
Dalam kesempatan yang sama, pelatih asal Portugal itu juga menjelaskan rencana pemilihan pemain di lini serang, termasuk memastikan peran Vinicius Junior dalam pertandingan nanti.
Selain membahas persiapan tim, Mourinho turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pesepak bola Spanyol, Jesus de Miguel.
Mourinho Minta Valverde Berkorban sebagai Kapten
Mourinho menghadiri konferensi pers sebelum pertandingan di Athens dengan pesan yang cukup jelas mengenai kepemimpinan dan fleksibilitas Federico Valverde.
Pelatih Real Madrid tersebut menegaskan bahwa status Valverde sebagai kapten klub mengharuskannya mengutamakan kepentingan tim di atas preferensi pribadi, terutama dengan kondisi skuad yang sedang menghadapi sejumlah keterbatasan.
Absennya beberapa pemain bertahan membuat Mourinho menilai Valverde harus siap meninggalkan posisi alaminya apabila kebutuhan tim mengharuskan demikian. Terlebih, Real Madrid sedang menghadapi periode padat kompetisi Eropa yang menuntut setiap pemain untuk lebih fleksibel.
"Saya melihat Fede sebagai pemain yang sangat penting bagi tim," jelas mantan manajer Chelsea dan Manchester United tersebut kepada media.
"Statusnya sebagai kapten Real Madrid membuatnya harus melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Ketika menjadi kapten, kamu harus punya sikap berbeda.”
“Itu adalah sebuah tanggung jawab, dan saya pikir hal tersebut akan membuatnya bersedia bermain di posisi mana pun yang dibutuhkan tim dan rekan-rekan setimnya.
"Itulah arti seorang kapten bagi saya. Karena itu, saya yakin tidak akan menjadi masalah bagi Fede untuk bermain di posisi mana pun. Jika dibutuhkan sebagai bek kiri, dia akan melakukannya karena tanggung jawabnya sebagai kapten," tambahnya.
Baca Juga: “Tempat Menonton AEK Athens vs Real Madrid November 2026”
Kedalaman Taktis dan Kepastian Vinicius Junior sebagai Starter
Meski memuji kesediaan Valverde untuk bermain sebagai bek sayap, Mourinho mengakui bahwa minimnya pilihan di lini tengah membuat sang pemain kemungkinan besar tetap akan mendapat banyak kesempatan di posisi alaminya.
Ia menilai Real Madrid terkadang tampil lebih baik ketika Valverde memberikan energi tambahan dari sisi sayap. Namun, dengan hanya beberapa gelandang senior yang tersedia, seperti Tchouameni, Camavinga, Bernardo, dan Thiago, Mourinho harus mengatur menit bermain Valverde secara cermat agar bisa memaksimalkan kontribusinya di kedua posisi tersebut.
Beralih ke lini depan, Mourinho memastikan bahwa Vinicius Junior akan masuk dalam starting XI saat menghadapi AEK.
"Jangan lupakan Brahim, Endrick... Kami punya banyak pemain berkualitas di sana. Memiliki banyak pemain bukanlah masalah bagi saya. Diomande bisa bermain di kedua sisi sayap, begitu juga Brahim. Endrick bisa bermain di kanan, tetapi juga di kiri.
"Dari semua pemain tersebut, Vini adalah sosok yang paling cocok bermain sebagai winger kiri. Kami semua tahu itu," jelas Mourinho dalam konferensi pers.
Mourinho Beri Penghormatan kepada De Miguel dan Bicara Target di Liga Champions
Suasana konferensi pers terasa lebih muram setelah muncul kabar meninggalnya Jesus de Miguel. Mourinho mengawali pernyataannya dengan mengungkapkan keterkejutannya atas kejadian tersebut, sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman almarhum.
Ia juga menyoroti betapa sulitnya situasi seperti ini bagi semua orang yang terlibat dalam dunia sepak bola profesional, terutama ketika tragedi terjadi di lapangan.
Menurutnya, kejadian tersebut memberikan dampak psikologis yang besar bagi para pemain lain yang harus menerima kehilangan rekan sesama pesepak bola.
Mourinho tampak cukup terpukul ketika membahas kabar tersebut. Ia menyebut situasi ini sebagai "momen yang sangat sulit" bagi seluruh komunitas sepak bola yang sedang berusaha menerima kepergian salah satu rekan mereka.
Setelah itu, pembicaraan kembali beralih ke Liga Champions. Mourinho tetap bersikap realistis meskipun memiliki peluang untuk meraih trofi tersebut bersama klub ketiga yang berbeda.
Sebelumnya, ia sudah pernah merasakan kesuksesan di kompetisi elite Eropa bersama Porto dan Inter Milan.
Mourinho mengakui bahwa memenangkan Liga Champions bersama Real Madrid akan menjadi pencapaian yang sangat bergengsi.
Namun, ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan pertandingan terdekat dan mengamankan hasil yang dibutuhkan tim.
"Faktanya, kami masih membutuhkan poin untuk lolos. Kami sudah dekat dengan babak playoff, tetapi belum berada dalam posisi yang memungkinkan kami lolos langsung ke babak 16 besar," tegasnya.
Mourinho kemudian menutup sesi konferensi pers dengan sentuhan ironi khas dirinya. Ia kembali menyinggung pandangannya bahwa dibutuhkan waktu tiga tahun agar hasil terbaik dari pekerjaannya benar-benar bisa terlihat ketika menangani sebuah klub.