Feyenoord Tak Berkutik dan Dibantai Inter Milan dengan Skor Telak

Feyenoord Tak Berkutik dan Dibantai Inter Milan dengan Skor Telak

Mansion Sports – Feyenoord harus menelan kekalahan menyakitkan saat menjamu Inter Milan dalam lanjutan Liga Champions, Rabu dini hari tadi. 

Bermain di hadapan pendukung sendiri di De Kuip, Rotterdam, tim asuhan Giovanni van Bronckhorst tak mampu memberikan perlawanan berarti dan akhirnya menyerah dengan skor telak 0-3.

Inter tampil dominan sepanjang pertandingan dan berhasil mencetak gol melalui Yann Bisseck, Francesco Pio Esposito, serta Piotr Zielinski. Sebaliknya, Feyenoord kesulitan menembus pertahanan tim tamu dan nyaris tidak mampu menciptakan ancaman serius. 

Kekalahan ini membuat posisi mereka semakin sulit dalam persaingan menuju babak playoff Liga Champions.

Bisseck Buka Keunggulan, Feyenoord Kesulitan Menembus Pertahanan Inter

Karena Tsuyoshi Watanabe belum sepenuhnya pulih dari cedera, Van Bronckhorst memutuskan untuk menurunkan Thijs Kraaijeveld sebagai penggantinya di posisi bek tengah. Selebihnya, Feyenoord tetap mengandalkan sejumlah pemain yang sudah cukup familiar.

Sementara itu, Inter memasang duet Marcus Thuram dan Francesco Pio Esposito di lini depan. Keputusan tersebut diambil salah satunya karena Lautaro MartĂ­nez harus absen akibat cedera.

Inter langsung menunjukkan ancamannya sejak awal pertandingan. Baru delapan menit berjalan, Yann Bisseck maju membantu serangan sebelum melepaskan tembakan keras menggunakan kaki kirinya ke sudut jauh gawang. Gol tersebut membawa Inter unggul 1-0.

Valente sempat melayangkan protes karena menganggap Bisseck melakukan pelanggaran sebelum mencetak gol. Namun, wasit Glenn Nyberg maupun tim VAR tidak mengambil tindakan apa pun.

Feyenoord kesulitan menemukan celah di pertahanan solid wakil Italia tersebut. Mereka harus menunggu lebih dari setengah jam untuk mendapatkan peluang serius pertama.

Hadj Moussa mencoba membangun serangan dengan melewati dua pemain lawan sebelum melepaskan tembakan dari sudut yang cukup sulit. Namun, kiper Inter, Josep MartĂ­nez, berhasil melakukan penyelamatan dan menggagalkan peluang tersebut.

Pio Esposito Gandakan Keunggulan Inter Sebelum Jeda

Ketika Feyenoord mulai terlihat mampu masuk ke dalam permainan, Inter justru kembali memberikan pukulan telak.

Djed Spence sempat melepaskan tembakan yang berhasil diblok oleh pemain bertahan Feyenoord. Bola kemudian mengarah kepada Francesco Pio Esposito, yang berhasil mengungguli Mármol dalam duel udara sebelum menyundul bola dari jarak dekat di tiang jauh.

Sundulannya membentur bagian bawah mistar sebelum masuk ke dalam gawang. Inter pun semakin menjauh dengan keunggulan 2-0.

Feyenoord berusaha mencetak gol sebelum babak pertama berakhir, tetapi penyelesaian akhir mereka masih jauh dari kata memuaskan.

Ferri gagal mengontrol sebuah umpan terobosan yang sebenarnya cukup menjanjikan. Sementara itu, tembakan kaki kiri Read justru melambung jauh di atas mistar gawang.

Feyenoord memang sedikit lebih unggul dalam penguasaan bola, tetapi hal tersebut tidak cukup untuk mengimbangi efektivitas Inter. Kedua tim akhirnya memasuki ruang ganti dengan keunggulan dua gol bagi tim tamu.

Zielinski Perbesar Keunggulan, Feyenoord Semakin Tak Berdaya

Memasuki babak kedua, Van Bronckhorst mencoba melakukan perubahan dengan menarik keluar Vanhoutte dan memasukkan pemain berusia 19 tahun, Tobias van den Elshout.

Namun, pergantian tersebut belum mampu mengubah jalannya pertandingan. Inter justru semakin mempertegas dominasinya pada menit ke-54.

Piotr Zielinski membawa bola ke depan sebelum melepaskan tembakan menggunakan kaki kirinya. Bola meluncur masuk ke gawang setelah membentur bagian dalam tiang. Kiper Ernst sama sekali tidak mampu mengantisipasi tembakan pemain asal Polandia tersebut.

Skor berubah menjadi 3-0 untuk keunggulan Inter.

Dengan waktu pertandingan yang masih menyisakan kurang dari setengah jam, Van Bronckhorst kembali melakukan sejumlah pergantian pemain. Ia memasukkan pemain berusia 17 tahun, Jerayno Schaken, serta Sem Steijn untuk mencoba memberikan energi baru bagi permainan Feyenoord.

Namun, upaya tersebut tetap tidak membuahkan hasil. Feyenoord tak kunjung menemukan cara untuk bangkit dan memberikan tekanan berarti kepada pertahanan Inter.

Pio Esposito sebenarnya sempat mencetak gol keduanya sekaligus membawa Inter unggul 4-0. Namun, gol tersebut dianulir karena sang pemain berada dalam posisi offside yang sangat tipis.

Feyenoord Terancam Gagal Lolos ke Babak Playoff Liga Champions

Kekalahan dari Inter membuat Feyenoord masih tertahan dengan koleksi tiga poin dari empat pertandingan Liga Champions. 

Situasi tersebut membuat mereka harus bekerja ekstra keras dalam empat laga tersisa jika ingin mengamankan tempat di babak playoff.

Feyenoord dituntut mengerahkan seluruh kemampuan saat menghadapi FC Porto, Viking FK, Galatasaray, dan RB Leipzig. 

Tidak banyak ruang bagi mereka untuk kembali kehilangan poin jika ingin menjaga peluang melanjutkan perjalanan di kompetisi elite Eropa tersebut.

Sementara itu, kemenangan di Rotterdam membuat Inter kini mengoleksi enam poin. Hasil positif ini menjadi modal penting bagi Nerazzurri untuk memperbaiki posisi mereka dan melanjutkan persaingan di Liga Champions.

Related News

Feyenoord Tak Berkutik dan Dibantai Inter Milan dengan Skor Telak

Feyenoord Tak Berkutik dan Dibantai Inter Milan dengan Skor Telak

Mansion Sports – Feyenoord harus menelan kekalahan menyakitkan saat menjamu Inter Milan dalam lanjutan Liga Champions, Rabu dini hari tadi. 

Bermain di hadapan pendukung sendiri di De Kuip, Rotterdam, tim asuhan Giovanni van Bronckhorst tak mampu memberikan perlawanan berarti dan akhirnya menyerah dengan skor telak 0-3.

Inter tampil dominan sepanjang pertandingan dan berhasil mencetak gol melalui Yann Bisseck, Francesco Pio Esposito, serta Piotr Zielinski. Sebaliknya, Feyenoord kesulitan menembus pertahanan tim tamu dan nyaris tidak mampu menciptakan ancaman serius. 

Kekalahan ini membuat posisi mereka semakin sulit dalam persaingan menuju babak playoff Liga Champions.

Bisseck Buka Keunggulan, Feyenoord Kesulitan Menembus Pertahanan Inter

Karena Tsuyoshi Watanabe belum sepenuhnya pulih dari cedera, Van Bronckhorst memutuskan untuk menurunkan Thijs Kraaijeveld sebagai penggantinya di posisi bek tengah. Selebihnya, Feyenoord tetap mengandalkan sejumlah pemain yang sudah cukup familiar.

Sementara itu, Inter memasang duet Marcus Thuram dan Francesco Pio Esposito di lini depan. Keputusan tersebut diambil salah satunya karena Lautaro MartĂ­nez harus absen akibat cedera.

Inter langsung menunjukkan ancamannya sejak awal pertandingan. Baru delapan menit berjalan, Yann Bisseck maju membantu serangan sebelum melepaskan tembakan keras menggunakan kaki kirinya ke sudut jauh gawang. Gol tersebut membawa Inter unggul 1-0.

Valente sempat melayangkan protes karena menganggap Bisseck melakukan pelanggaran sebelum mencetak gol. Namun, wasit Glenn Nyberg maupun tim VAR tidak mengambil tindakan apa pun.

Feyenoord kesulitan menemukan celah di pertahanan solid wakil Italia tersebut. Mereka harus menunggu lebih dari setengah jam untuk mendapatkan peluang serius pertama.

Hadj Moussa mencoba membangun serangan dengan melewati dua pemain lawan sebelum melepaskan tembakan dari sudut yang cukup sulit. Namun, kiper Inter, Josep MartĂ­nez, berhasil melakukan penyelamatan dan menggagalkan peluang tersebut.

Pio Esposito Gandakan Keunggulan Inter Sebelum Jeda

Ketika Feyenoord mulai terlihat mampu masuk ke dalam permainan, Inter justru kembali memberikan pukulan telak.

Djed Spence sempat melepaskan tembakan yang berhasil diblok oleh pemain bertahan Feyenoord. Bola kemudian mengarah kepada Francesco Pio Esposito, yang berhasil mengungguli Mármol dalam duel udara sebelum menyundul bola dari jarak dekat di tiang jauh.

Sundulannya membentur bagian bawah mistar sebelum masuk ke dalam gawang. Inter pun semakin menjauh dengan keunggulan 2-0.

Feyenoord berusaha mencetak gol sebelum babak pertama berakhir, tetapi penyelesaian akhir mereka masih jauh dari kata memuaskan.

Ferri gagal mengontrol sebuah umpan terobosan yang sebenarnya cukup menjanjikan. Sementara itu, tembakan kaki kiri Read justru melambung jauh di atas mistar gawang.

Feyenoord memang sedikit lebih unggul dalam penguasaan bola, tetapi hal tersebut tidak cukup untuk mengimbangi efektivitas Inter. Kedua tim akhirnya memasuki ruang ganti dengan keunggulan dua gol bagi tim tamu.

Zielinski Perbesar Keunggulan, Feyenoord Semakin Tak Berdaya

Memasuki babak kedua, Van Bronckhorst mencoba melakukan perubahan dengan menarik keluar Vanhoutte dan memasukkan pemain berusia 19 tahun, Tobias van den Elshout.

Namun, pergantian tersebut belum mampu mengubah jalannya pertandingan. Inter justru semakin mempertegas dominasinya pada menit ke-54.

Piotr Zielinski membawa bola ke depan sebelum melepaskan tembakan menggunakan kaki kirinya. Bola meluncur masuk ke gawang setelah membentur bagian dalam tiang. Kiper Ernst sama sekali tidak mampu mengantisipasi tembakan pemain asal Polandia tersebut.

Skor berubah menjadi 3-0 untuk keunggulan Inter.

Dengan waktu pertandingan yang masih menyisakan kurang dari setengah jam, Van Bronckhorst kembali melakukan sejumlah pergantian pemain. Ia memasukkan pemain berusia 17 tahun, Jerayno Schaken, serta Sem Steijn untuk mencoba memberikan energi baru bagi permainan Feyenoord.

Namun, upaya tersebut tetap tidak membuahkan hasil. Feyenoord tak kunjung menemukan cara untuk bangkit dan memberikan tekanan berarti kepada pertahanan Inter.

Pio Esposito sebenarnya sempat mencetak gol keduanya sekaligus membawa Inter unggul 4-0. Namun, gol tersebut dianulir karena sang pemain berada dalam posisi offside yang sangat tipis.

Feyenoord Terancam Gagal Lolos ke Babak Playoff Liga Champions

Kekalahan dari Inter membuat Feyenoord masih tertahan dengan koleksi tiga poin dari empat pertandingan Liga Champions. 

Situasi tersebut membuat mereka harus bekerja ekstra keras dalam empat laga tersisa jika ingin mengamankan tempat di babak playoff.

Feyenoord dituntut mengerahkan seluruh kemampuan saat menghadapi FC Porto, Viking FK, Galatasaray, dan RB Leipzig. 

Tidak banyak ruang bagi mereka untuk kembali kehilangan poin jika ingin menjaga peluang melanjutkan perjalanan di kompetisi elite Eropa tersebut.

Sementara itu, kemenangan di Rotterdam membuat Inter kini mengoleksi enam poin. Hasil positif ini menjadi modal penting bagi Nerazzurri untuk memperbaiki posisi mereka dan melanjutkan persaingan di Liga Champions.

Related News